{"id":7858,"date":"2024-07-17T07:38:46","date_gmt":"2024-07-17T00:38:46","guid":{"rendered":"https:\/\/ringkas.co.id\/?p=7858"},"modified":"2024-12-17T13:38:47","modified_gmt":"2024-12-17T06:38:47","slug":"risiko-investasi-properti-dan-peluang-return-yang-perlu-dipahami","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/ringkas.co.id\/en\/blog\/tips\/risiko-investasi-properti-dan-peluang-return-yang-perlu-dipahami\/","title":{"rendered":"Risiko Investasi Properti dan Peluang Return yang Perlu Dipahami"},"content":{"rendered":"<div id=\"ez-toc-container\" class=\"ez-toc-v2_0_66_1 counter-hierarchy ez-toc-counter ez-toc-light-blue ez-toc-container-direction\">\n<div class=\"ez-toc-title-container\">\n<p class=\"ez-toc-title\" >Daftar Isi<\/p>\n<span class=\"ez-toc-title-toggle\"><\/span><\/div>\n<nav><ul class='ez-toc-list ez-toc-list-level-1' ><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-1\" href=\"https:\/\/ringkas.co.id\/en\/blog\/tips\/risiko-investasi-properti-dan-peluang-return-yang-perlu-dipahami\/#6_Risiko_Investasi_Properti\" title=\"6 Risiko Investasi Properti&nbsp;\">6 Risiko Investasi Properti&nbsp;<\/a><ul class='ez-toc-list-level-3' ><li class='ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-2\" href=\"https:\/\/ringkas.co.id\/en\/blog\/tips\/risiko-investasi-properti-dan-peluang-return-yang-perlu-dipahami\/#Biaya_Transaksi_Tinggi\" title=\"Biaya Transaksi Tinggi\">Biaya Transaksi Tinggi<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-3\" href=\"https:\/\/ringkas.co.id\/en\/blog\/tips\/risiko-investasi-properti-dan-peluang-return-yang-perlu-dipahami\/#Perlu_Siap_Akan_Beban_Perawatan\" title=\"Perlu Siap Akan Beban Perawatan\">Perlu Siap Akan Beban Perawatan<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-4\" href=\"https:\/\/ringkas.co.id\/en\/blog\/tips\/risiko-investasi-properti-dan-peluang-return-yang-perlu-dipahami\/#Proses_Akuisisi_Memakan_Waktu\" title=\"Proses Akuisisi Memakan Waktu\">Proses Akuisisi Memakan Waktu<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-5\" href=\"https:\/\/ringkas.co.id\/en\/blog\/tips\/risiko-investasi-properti-dan-peluang-return-yang-perlu-dipahami\/#Lokasi_Sangat_Memengaruhi_Harga\" title=\"Lokasi Sangat Memengaruhi Harga\">Lokasi Sangat Memengaruhi Harga<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-6\" href=\"https:\/\/ringkas.co.id\/en\/blog\/tips\/risiko-investasi-properti-dan-peluang-return-yang-perlu-dipahami\/#Arus_Kas_Negatif\" title=\"Arus Kas Negatif&nbsp;\">Arus Kas Negatif&nbsp;<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-7\" href=\"https:\/\/ringkas.co.id\/en\/blog\/tips\/risiko-investasi-properti-dan-peluang-return-yang-perlu-dipahami\/#Likuiditas_Rendah\" title=\"Likuiditas Rendah\">Likuiditas Rendah<\/a><\/li><\/ul><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-8\" href=\"https:\/\/ringkas.co.id\/en\/blog\/tips\/risiko-investasi-properti-dan-peluang-return-yang-perlu-dipahami\/#Return_dalam_Investasi_Properti\" title=\"Return dalam Investasi Properti\">Return dalam Investasi Properti<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-9\" href=\"https:\/\/ringkas.co.id\/en\/blog\/tips\/risiko-investasi-properti-dan-peluang-return-yang-perlu-dipahami\/#Cara_Menghitung_ROI_pada_Investasi_Properti\" title=\"Cara Menghitung ROI pada Investasi Properti\">Cara Menghitung ROI pada Investasi Properti<\/a><ul class='ez-toc-list-level-3' ><li class='ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-10\" href=\"https:\/\/ringkas.co.id\/en\/blog\/tips\/risiko-investasi-properti-dan-peluang-return-yang-perlu-dipahami\/#Pemasukan_Sewa\" title=\"Pemasukan Sewa\">Pemasukan Sewa<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-11\" href=\"https:\/\/ringkas.co.id\/en\/blog\/tips\/risiko-investasi-properti-dan-peluang-return-yang-perlu-dipahami\/#Modal_Awal\" title=\"Modal Awal\">Modal Awal<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-12\" href=\"https:\/\/ringkas.co.id\/en\/blog\/tips\/risiko-investasi-properti-dan-peluang-return-yang-perlu-dipahami\/#Beban_Biaya_Operasional\" title=\"Beban Biaya Operasional\">Beban Biaya Operasional<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-13\" href=\"https:\/\/ringkas.co.id\/en\/blog\/tips\/risiko-investasi-properti-dan-peluang-return-yang-perlu-dipahami\/#Peningkatan_Harga\" title=\"Peningkatan Harga\">Peningkatan Harga<\/a><\/li><\/ul><\/li><\/ul><\/nav><\/div>\n\n<p><strong>Risiko investasi properti<\/strong> merupakan aspek utama yang perlu kamu pahami selain <em>return <\/em>atau keuntungannya. Terutama bila lingkungan kurang mendukung serta keuntungan tidak kunjung kamu dapatkan. Akhirnya, kamu pun terpaksa mempertahankan properti tersebut untuk waktu yang lama.<\/p>\n\n\n\n<p>Selain itu, investasi properti termasuk jenis investasi yang membutuhkan banyak modal. Untuk memahaminya lebih jelas, mari ikuti informasinya berikut!<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"6_Risiko_Investasi_Properti\"><\/span><strong>6 Risiko Investasi Properti&nbsp;<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n\n\n\n<p>Besar atau tidaknya risiko dalam investasi properti kembali pada tingkat toleransi kamu terhadap risiko tersebut. Berbagai risiko di bawah ini harus siap kamu hadapi bila berinvestasi di industri properti:<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Biaya_Transaksi_Tinggi\"><\/span><strong>Biaya Transaksi Tinggi<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p>Untuk berinvestasi dalam industri properti, kamu perlu menyiapkan modal yang tidak sedikit. Ini mengingat berbagai biaya transaksi yang diperlukan untuk mendapatkan properti tersebut.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Beberapa contoh biaya yang harus kamu keluarkan sepanjang proses jual-beli properti yaitu:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Biaya untuk AJB (Akta Jual Beli);<\/li>\n\n\n\n<li>Biaya untuk Balik Nama;<\/li>\n\n\n\n<li>Biaya untuk Pengecekan Sertifikat;<\/li>\n\n\n\n<li>Biaya untuk PPh (Pajak Penghasilan);<\/li>\n\n\n\n<li>Biaya untuk PNBP (Penerimaan Negara Bukan Pajak);<\/li>\n\n\n\n<li>Biaya untuk KPR (Kredit Pemilikan Rumah);<\/li>\n\n\n\n<li>Biaya untuk BPHTB (Bea Perolehan Hak Tanah dan Bangunan);<\/li>\n\n\n\n<li>Biaya untuk Jasa Notaris.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p>Bila tidak siap akan biaya transaksi yang tinggi, maka kamu sebaiknya berpikir dua kali untuk menginvestasikan dana ke industri properti.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Perlu_Siap_Akan_Beban_Perawatan\"><\/span><strong>Perlu Siap Akan Beban Perawatan<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p>Properti perlu nyaman, layak huni, terawat, serta estetik agar tinggi peminatnya. Itulah mengapa, kamu perlu mengeluarkan biaya yang tinggi sebagai modal mengelola beban perawatan tersebut.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Ini tentu berbeda dengan aset investasi lain seperti produk keuangan ataupun digital. Berinvestasi dalam industri properti berarti kamu perlu biaya ekstra agar properti tetap terawat. Tujuannya tidak lain agar biaya sewa serta harga jual dapat terus meningkat.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Misalnya, kamu berinvestasi pada properti berupa rumah. Bangunan ini akan memiliki kerusakan seiring waktu karena usianya yang telah bertahun-tahun. Sebut saja kerusakan seperti cat dinding kusam, atap rumah bocor, hingga keretakan pada dinding.<\/p>\n\n\n\n<p>Bila tidak diatasi dan dirawat segera, maka kerusakan tersebut hanya akan menurunkan nilai rumah sebagai investasi. Maka dari itu, kamu harus mengeluarkan biaya untuk membayar jasa perbaikan dan <a href=\"https:\/\/ringkas.co.id\/en\/blog\/lifestyle\/simak-begini-cara-perawatan-rumah-renovasi\/\">perawatan rumah<\/a>.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Proses_Akuisisi_Memakan_Waktu\"><\/span><strong>Proses Akuisisi Memakan Waktu<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p><strong>Risiko investasi properti<\/strong> berikutnya adalah proses akuisisi yang memakan waktu cukup lama. Untuk mengurus proses pindah kepemilikan properti, kamu perlu melalui minggu demi minggu. Kompleksitas prosesnya membuat akuisisi tidak mungkin terjadi hanya dalam waktu singkat.<\/p>\n\n\n\n<p>Tidak hanya proses untuk perpindahan kepemilikan properti saja yang memakan waktu. Tahap awal pemilihan properti dengan prospek menjanjikan pun juga memerlukan waktu yang tidak sebentar.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Ibaratnya, kamu mungkin saja hanya tertarik pada 1 properti terbaik dari 100 properti yang ditawarkan. Itulah mengapa, investasi properti perlu niat dan komitmen yang besar. Bukan hanya modal kamu yang akan terkuras, namun termasuk waktu dan juga tenaga.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Lokasi_Sangat_Memengaruhi_Harga\"><\/span><strong>Lokasi Sangat Memengaruhi Harga<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p>Kamu perlu memahami bahwa harga properti sangat dipengaruhi bagaimana lokasi properti tersebut berada. Bila properti berada di lingkungan sentra bisnis dengan aksesibilitas tinggi, artinya harga properti tersebut sangat tinggi.<\/p>\n\n\n\n<p>Sebab, lingkungan tersebut berpeluang semakin maju, semakin ramai, serta semakin lengkap fasilitas umumnya.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Berkebalikan dengan properti yang berada di lingkungan dengan prospek rendah. Harga properti tentu akan turun drastis. Ini mengingat tidak ada penyewa yang tertarik. Terlebih bila lingkungan tersebut ditinggalkan oleh warga sekitarnya.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Risiko investasi properti<\/strong> satu ini mewajibkan kamu untuk jeli ketika memilih properti. Pilihlah juga properti yang terawat interior maupun eksteriornya. Termasuk kawasan di sekitar lokasi properti tersebut. Apakah rawan banjir dan rawan bencana alam?<\/p>\n\n\n\n<p>Jika iya, maka nilai properti tersebut menurun. Begitu pula dengan harganya yang bisa ikut merosot.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Arus_Kas_Negatif\"><\/span><strong>Arus Kas Negatif<\/strong>&nbsp;<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p><em>Cash flow<\/em> atau arus kas dalam investasi properti adalah sisa dana setelah membayar seluruh pengeluaran, asuransi, pajak, hingga biaya hipotek. Saat uang masuk lebih rendah daripada uang keluar, maka arus kas pun menjadi negatif dan merugi.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Faktor yang melatarbelakangi arus kas negatif, di antaranya:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Biaya perawatan properti mahal;<\/li>\n\n\n\n<li>Tingkat kekosongan properti tinggi;<\/li>\n\n\n\n<li>&nbsp;Pendanaan atas pinjaman tinggi;<\/li>\n\n\n\n<li>Strategi persewaan kurang efisien;<\/li>\n\n\n\n<li>Biaya sewa terlalu rendah.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p>Oleh sebab itu, sudah menjadi pekerjaan rumah bagi kamu untuk melakukan penghitungan secara detail sebelum membeli properti. Pastikan estimasi pemasukan dan pengeluaran telah terhitung dengan akurat serta realistis.<\/p>\n\n\n\n<p>Setelah itu, lakukan pengujian hingga tuntas agar kamu yakin properti telah berada pada lokasi terbaik.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Likuiditas_Rendah\"><\/span><strong>Likuiditas Rendah<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p>Likuiditas rendah adalah <strong>risiko investasi properti<\/strong> selanjutnya yang perlu kamu ketahui. Pada investasi saham, kamu dapat menjualnya dengan mudah ketika sedang membutuhkan uang.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Tetapi, hal tersebut tidak berlaku jika kamu berinvestasi pada properti. Kemungkinan yang terjadi adalah penjualan properti dilakukan di bawah harga pasaran. Ini tentu membuat kamu merugi akibat likuiditas yang rendah.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Penjualan yang membutuhkan waktu hingga berminggu-minggu menjadi alasan likuiditas dalam <a href=\"https:\/\/ringkas.co.id\/en\/blog\/finansial\/investasi-properti-di-2024-apakah-aman\/\">investasi properti<\/a> cukup rendah.\u00a0<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Return_dalam_Investasi_Properti\"><\/span><strong><em>Return <\/em>dalam Investasi Properti<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n\n\n\n<p>Setelah memahami apa saja <strong>risiko investasi properti<\/strong>, kamu pun perlu mengetahui bagaimana peluang <em>return <\/em>yang tersedia. Istilah ROI atau <em>Return on Investment<\/em> umumnya digunakan untuk menghitung <em>return <\/em>dalam investasi properti.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Pada investasi properti, ROI merupakan keuntungan yang kamu dapatkan dari pembelian properti setelah dikurangi berbagai biaya transaksi (misalnya: biaya pembelian dan renovasi).&nbsp;&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>ROI menjadi tolok ukur penghasilan kamu setelah mengeluarkan sejumlah biaya untuk investasi. Itulah mengapa, kamu perlu mempertimbangkan biaya seperti uang muka, pajak properti, biaya perbaikan, hingga <a href=\"https:\/\/ringkas.co.id\/en\/blog\/kpr-101\/asuransi-kpr-jenis-manfaat-dan-cara-klaimnya\/\">asuransi properti<\/a>.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Cara_Menghitung_ROI_pada_Investasi_Properti\"><\/span><strong>Cara Menghitung ROI pada Investasi Properti<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n\n\n\n<p>Terdapat sejumlah faktor yang perlu kamu peritmbangkan untuk mendapatkan persentase ROI pada investasi properti, di antaranya:<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Pemasukan_Sewa\"><\/span><strong>Pemasukan Sewa<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p>Jika properti adalah objek sewa, maka pemasukannya termasuk dalam perhitungan ROI. Pemasukan sewa meliputi uang yang dihasilkan dari penyewaan properti setelah dikurangi semua beban biaya properti. Misalnya, biaya pemeliharaan dan pajak properti.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Modal_Awal\"><\/span><strong>Modal Awal<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p>Baik besar atau kecil, modal awal dalam membeli properti wajib kamu masukkan pada perhitungan ROI. Modal awal mencakup biaya pembangunan atau pembelian properti serta biaya renovasinya (jika ada).&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Beban_Biaya_Operasional\"><\/span><strong>Beban Biaya Operasional<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p>Semua biaya yang kamu tanggung selama aktivitas investasi perlu juga dimasukkan saat menghitung ROI. Beberapa di antaranya seperti biaya pemeliharaan, premi asuransi properti, hingga biaya pengelolaan.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Peningkatan_Harga\"><\/span><strong>Peningkatan Harga<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p>Properti termasuk instrumen investasi yang nilainya bertumbuh seiring waktu. Otomatis harga properti pun turut meningkat menyesuaikan nilai properti. Peningkatan harga dapat dilihat dari kenaikan harga properti sejenis pada daerah yang sama.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Formula menghitung ROI yaitu:<\/p>\n\n\n\n<p>{(Pemasukan Bersih + Peningkatan Harga \u2013 Beban Biaya) : Modal Awal} x 100% = ROI<\/p>\n\n\n\n<p>Mari anggap kamu berinvestasi kontrakan seharga Rp1 miliar sebagai ilustrasi untuk implementasi formula tersebut. Kemudian, biaya renovasinya adalah Rp20 juta. Kamu pun memasang tarif sewa Rp10 juta per bulan.<\/p>\n\n\n\n<p>Pemasukan per tahun yang kamu dapatkan adalah Rp120 juta. Lalu, anggap keseluruhan beban biaya operasional yang perlu kamu tanggung mencapai Rp30 juta per tahun. Adapun peningkatan harga properti dalam 1 tahun adalah Rp25 juta.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Berdasarkan ilustrasi tersebut, maka perhitungannya adalah:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Modal Awal: Rp1 miliar + Rp20 juta = Rp1,020 miliar<\/li>\n\n\n\n<li>Beban Biaya Operasional: Rp30 juta<\/li>\n\n\n\n<li>Pemasukan Bersih: Rp120 juta \u2013 Rp30 juta = Rp90 juta<\/li>\n\n\n\n<li>Peningkatan Harga: Rp25 juta<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p>{(Rp90 juta + Rp25 juta \u2013 Rp30 juta) : Rp1,020 miliar} x 100% = 8,3%<\/p>\n\n\n\n<p><a href=\"https:\/\/www.cermati.com\/artikel\/roi-dalam-investasi-properti#:~:text=Pada%20dasarnya%2C%20kisaran,malah%20berisiko%20merugi.\">Estimasi ROI yang ideal mulai dari 8 hingga 12 persen per tahun<\/a> jika ingin mendapatkan keuntungan yang menjanjikan. Jadi, ilustrasi investasi properti tersebut bisa kamu simpulkan menghasilkan <em>return <\/em>yang cukup baik dan prospektif.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Semoga informasi tentang <strong>risiko investasi properti<\/strong> beserta peluang <em>return <\/em>tersebut bisa menjadi wawasan menarik bagi kamu. Terlepas dari risikonya, berinvestasi di industri properti akan menguntungkan jika memperhatikan faktor krusial seperti lokasi dan kualitas propertinya.&nbsp;<\/p>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Risiko investasi properti merupakan aspek utama yang perlu kamu pahami selain return atau keuntungannya. Terutama bila lingkungan kurang mendukung serta keuntungan tidak kunjung kamu dapatkan. Akhirnya, kamu pun terpaksa mempertahankan properti tersebut untuk waktu yang lama. Selain itu, investasi properti termasuk jenis investasi yang membutuhkan banyak modal. Untuk memahaminya lebih jelas, mari ikuti informasinya berikut! [&hellip;]<\/p>","protected":false},"author":1,"featured_media":7859,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_et_pb_use_builder":"off","_et_pb_old_content":"","_et_gb_content_width":"","inline_featured_image":false,"footnotes":"","_links_to":"","_links_to_target":""},"categories":[3],"tags":[],"class_list":["post-7858","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-tips"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v23.3 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Risiko Investasi Properti dan Peluang Return yang Perlu Dipahami | Ringkas<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Likuiditas rendah jadi contoh risiko investasi properti yang perlu diwaspadai. Asal pandai hadapi risikonya, return investasi properti prospektif dan menjanjikan.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/ringkas.co.id\/en\/blog\/tips\/risiko-investasi-properti-dan-peluang-return-yang-perlu-dipahami\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Risiko Investasi Properti dan Peluang Return yang Perlu Dipahami | Ringkas\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Likuiditas rendah jadi contoh risiko investasi properti yang perlu diwaspadai. Asal pandai hadapi risikonya, return investasi properti prospektif dan menjanjikan.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/ringkas.co.id\/en\/blog\/tips\/risiko-investasi-properti-dan-peluang-return-yang-perlu-dipahami\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Ringkas\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/web.facebook.com\/RingkasHomes\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2024-07-17T00:38:46+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2024-12-17T06:38:47+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/ringkas.co.id\/wp-content\/uploads\/2024\/07\/8.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1000\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"667\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Ringkas\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Ringkas\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"6 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\/\/ringkas.co.id\/en\/blog\/tips\/risiko-investasi-properti-dan-peluang-return-yang-perlu-dipahami\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/ringkas.co.id\/en\/blog\/tips\/risiko-investasi-properti-dan-peluang-return-yang-perlu-dipahami\/\"},\"author\":{\"name\":\"Ringkas\",\"@id\":\"https:\/\/ringkas.co.id\/en\/#\/schema\/person\/dbac896841e2e8337ef9d58f84d519d4\"},\"headline\":\"Risiko Investasi Properti dan Peluang Return yang Perlu Dipahami\",\"datePublished\":\"2024-07-17T00:38:46+00:00\",\"dateModified\":\"2024-12-17T06:38:47+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/ringkas.co.id\/en\/blog\/tips\/risiko-investasi-properti-dan-peluang-return-yang-perlu-dipahami\/\"},\"wordCount\":1171,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/ringkas.co.id\/en\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/ringkas.co.id\/en\/blog\/tips\/risiko-investasi-properti-dan-peluang-return-yang-perlu-dipahami\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/ringkas.co.id\/wp-content\/uploads\/2024\/07\/8.jpg\",\"articleSection\":[\"Tips\"],\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\/\/ringkas.co.id\/en\/blog\/tips\/risiko-investasi-properti-dan-peluang-return-yang-perlu-dipahami\/#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/ringkas.co.id\/en\/blog\/tips\/risiko-investasi-properti-dan-peluang-return-yang-perlu-dipahami\/\",\"url\":\"https:\/\/ringkas.co.id\/en\/blog\/tips\/risiko-investasi-properti-dan-peluang-return-yang-perlu-dipahami\/\",\"name\":\"Risiko Investasi Properti dan Peluang Return yang Perlu Dipahami | Ringkas\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/ringkas.co.id\/en\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/ringkas.co.id\/en\/blog\/tips\/risiko-investasi-properti-dan-peluang-return-yang-perlu-dipahami\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/ringkas.co.id\/en\/blog\/tips\/risiko-investasi-properti-dan-peluang-return-yang-perlu-dipahami\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/ringkas.co.id\/wp-content\/uploads\/2024\/07\/8.jpg\",\"datePublished\":\"2024-07-17T00:38:46+00:00\",\"dateModified\":\"2024-12-17T06:38:47+00:00\",\"description\":\"Likuiditas rendah jadi contoh risiko investasi properti yang perlu diwaspadai. Asal pandai hadapi risikonya, return investasi properti prospektif dan menjanjikan.\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/ringkas.co.id\/en\/blog\/tips\/risiko-investasi-properti-dan-peluang-return-yang-perlu-dipahami\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/ringkas.co.id\/en\/blog\/tips\/risiko-investasi-properti-dan-peluang-return-yang-perlu-dipahami\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/ringkas.co.id\/en\/blog\/tips\/risiko-investasi-properti-dan-peluang-return-yang-perlu-dipahami\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/ringkas.co.id\/wp-content\/uploads\/2024\/07\/8.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/ringkas.co.id\/wp-content\/uploads\/2024\/07\/8.jpg\",\"width\":1000,\"height\":667,\"caption\":\"Risiko Investasi Properti dan Peluang Return yang Perlu Dipahami\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/ringkas.co.id\/en\/blog\/tips\/risiko-investasi-properti-dan-peluang-return-yang-perlu-dipahami\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/ringkas.co.id\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Risiko Investasi Properti dan Peluang Return yang Perlu Dipahami\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/ringkas.co.id\/en\/#website\",\"url\":\"https:\/\/ringkas.co.id\/en\/\",\"name\":\"Ringkas\",\"description\":\"Urus KPR dengan ringkas &amp; aman\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/ringkas.co.id\/en\/#organization\"},\"alternateName\":\"Ringkas\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/ringkas.co.id\/en\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\/\/ringkas.co.id\/en\/#organization\",\"name\":\"Ringkas\",\"alternateName\":\"Ringkas\",\"url\":\"https:\/\/ringkas.co.id\/en\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/ringkas.co.id\/en\/#\/schema\/logo\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/ringkas.co.id\/wp-content\/uploads\/2022\/12\/RINGKAS_LOGO_MARK.png\",\"contentUrl\":\"https:\/\/ringkas.co.id\/wp-content\/uploads\/2022\/12\/RINGKAS_LOGO_MARK.png\",\"width\":200,\"height\":200,\"caption\":\"Ringkas\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/ringkas.co.id\/en\/#\/schema\/logo\/image\/\"},\"sameAs\":[\"https:\/\/web.facebook.com\/RingkasHomes\",\"https:\/\/www.instagram.com\/ringkas.indonesia\/\",\"https:\/\/www.linkedin.com\/company\/ringkas\"]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/ringkas.co.id\/en\/#\/schema\/person\/dbac896841e2e8337ef9d58f84d519d4\",\"name\":\"Ringkas\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/ringkas.co.id\/en\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/02325558383fa0391dea99fcc3d0f7ea?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/02325558383fa0391dea99fcc3d0f7ea?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Ringkas\"},\"sameAs\":[\"https:\/\/ringkas.co.id\"],\"url\":\"https:\/\/ringkas.co.id\/en\/author\/admin\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Risiko Investasi Properti dan Peluang Return yang Perlu Dipahami | Ringkas","description":"Likuiditas rendah jadi contoh risiko investasi properti yang perlu diwaspadai. Asal pandai hadapi risikonya, return investasi properti prospektif dan menjanjikan.","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/ringkas.co.id\/en\/blog\/tips\/risiko-investasi-properti-dan-peluang-return-yang-perlu-dipahami\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Risiko Investasi Properti dan Peluang Return yang Perlu Dipahami | Ringkas","og_description":"Likuiditas rendah jadi contoh risiko investasi properti yang perlu diwaspadai. Asal pandai hadapi risikonya, return investasi properti prospektif dan menjanjikan.","og_url":"https:\/\/ringkas.co.id\/en\/blog\/tips\/risiko-investasi-properti-dan-peluang-return-yang-perlu-dipahami\/","og_site_name":"Ringkas","article_publisher":"https:\/\/web.facebook.com\/RingkasHomes","article_published_time":"2024-07-17T00:38:46+00:00","article_modified_time":"2024-12-17T06:38:47+00:00","og_image":[{"width":1000,"height":667,"url":"https:\/\/ringkas.co.id\/wp-content\/uploads\/2024\/07\/8.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"Ringkas","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"Ringkas","Est. reading time":"6 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/ringkas.co.id\/en\/blog\/tips\/risiko-investasi-properti-dan-peluang-return-yang-perlu-dipahami\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/ringkas.co.id\/en\/blog\/tips\/risiko-investasi-properti-dan-peluang-return-yang-perlu-dipahami\/"},"author":{"name":"Ringkas","@id":"https:\/\/ringkas.co.id\/en\/#\/schema\/person\/dbac896841e2e8337ef9d58f84d519d4"},"headline":"Risiko Investasi Properti dan Peluang Return yang Perlu Dipahami","datePublished":"2024-07-17T00:38:46+00:00","dateModified":"2024-12-17T06:38:47+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/ringkas.co.id\/en\/blog\/tips\/risiko-investasi-properti-dan-peluang-return-yang-perlu-dipahami\/"},"wordCount":1171,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/ringkas.co.id\/en\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/ringkas.co.id\/en\/blog\/tips\/risiko-investasi-properti-dan-peluang-return-yang-perlu-dipahami\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/ringkas.co.id\/wp-content\/uploads\/2024\/07\/8.jpg","articleSection":["Tips"],"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/ringkas.co.id\/en\/blog\/tips\/risiko-investasi-properti-dan-peluang-return-yang-perlu-dipahami\/#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/ringkas.co.id\/en\/blog\/tips\/risiko-investasi-properti-dan-peluang-return-yang-perlu-dipahami\/","url":"https:\/\/ringkas.co.id\/en\/blog\/tips\/risiko-investasi-properti-dan-peluang-return-yang-perlu-dipahami\/","name":"Risiko Investasi Properti dan Peluang Return yang Perlu Dipahami | Ringkas","isPartOf":{"@id":"https:\/\/ringkas.co.id\/en\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/ringkas.co.id\/en\/blog\/tips\/risiko-investasi-properti-dan-peluang-return-yang-perlu-dipahami\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/ringkas.co.id\/en\/blog\/tips\/risiko-investasi-properti-dan-peluang-return-yang-perlu-dipahami\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/ringkas.co.id\/wp-content\/uploads\/2024\/07\/8.jpg","datePublished":"2024-07-17T00:38:46+00:00","dateModified":"2024-12-17T06:38:47+00:00","description":"Likuiditas rendah jadi contoh risiko investasi properti yang perlu diwaspadai. Asal pandai hadapi risikonya, return investasi properti prospektif dan menjanjikan.","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/ringkas.co.id\/en\/blog\/tips\/risiko-investasi-properti-dan-peluang-return-yang-perlu-dipahami\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/ringkas.co.id\/en\/blog\/tips\/risiko-investasi-properti-dan-peluang-return-yang-perlu-dipahami\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/ringkas.co.id\/en\/blog\/tips\/risiko-investasi-properti-dan-peluang-return-yang-perlu-dipahami\/#primaryimage","url":"https:\/\/ringkas.co.id\/wp-content\/uploads\/2024\/07\/8.jpg","contentUrl":"https:\/\/ringkas.co.id\/wp-content\/uploads\/2024\/07\/8.jpg","width":1000,"height":667,"caption":"Risiko Investasi Properti dan Peluang Return yang Perlu Dipahami"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/ringkas.co.id\/en\/blog\/tips\/risiko-investasi-properti-dan-peluang-return-yang-perlu-dipahami\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/ringkas.co.id\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Risiko Investasi Properti dan Peluang Return yang Perlu Dipahami"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/ringkas.co.id\/en\/#website","url":"https:\/\/ringkas.co.id\/en\/","name":"Ringkas","description":"Urus KPR dengan ringkas &amp; aman","publisher":{"@id":"https:\/\/ringkas.co.id\/en\/#organization"},"alternateName":"Ringkas","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/ringkas.co.id\/en\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/ringkas.co.id\/en\/#organization","name":"Ringkas","alternateName":"Ringkas","url":"https:\/\/ringkas.co.id\/en\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/ringkas.co.id\/en\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/ringkas.co.id\/wp-content\/uploads\/2022\/12\/RINGKAS_LOGO_MARK.png","contentUrl":"https:\/\/ringkas.co.id\/wp-content\/uploads\/2022\/12\/RINGKAS_LOGO_MARK.png","width":200,"height":200,"caption":"Ringkas"},"image":{"@id":"https:\/\/ringkas.co.id\/en\/#\/schema\/logo\/image\/"},"sameAs":["https:\/\/web.facebook.com\/RingkasHomes","https:\/\/www.instagram.com\/ringkas.indonesia\/","https:\/\/www.linkedin.com\/company\/ringkas"]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/ringkas.co.id\/en\/#\/schema\/person\/dbac896841e2e8337ef9d58f84d519d4","name":"Ringkas","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/ringkas.co.id\/en\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/02325558383fa0391dea99fcc3d0f7ea?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/02325558383fa0391dea99fcc3d0f7ea?s=96&d=mm&r=g","caption":"Ringkas"},"sameAs":["https:\/\/ringkas.co.id"],"url":"https:\/\/ringkas.co.id\/en\/author\/admin\/"}]}},"post_mailing_queue_ids":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/ringkas.co.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/7858"}],"collection":[{"href":"https:\/\/ringkas.co.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/ringkas.co.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ringkas.co.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ringkas.co.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=7858"}],"version-history":[{"count":4,"href":"https:\/\/ringkas.co.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/7858\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":8221,"href":"https:\/\/ringkas.co.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/7858\/revisions\/8221"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ringkas.co.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media\/7859"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/ringkas.co.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=7858"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/ringkas.co.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=7858"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/ringkas.co.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=7858"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}